This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Senin, 28 Mei 2012
Mirah dan Joko Lancur
Sabtu, 10 Maret 2012
Mitos Mistis Bayangkaki (Part 1) Gunung Genthong Petunjuk Datangnya Hujan
Bayangkaki adalah gunung yang tidak aktif yang terletak di Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Gunung ini memiliki keindahan alam yang luar biasa sekaligus menyimpan mitos-mitos yang berbau mistis yang masih dipercaya hingga sekarang. Bayangkaki terdiri dari empat puncak. Urutan puncak jika dilihat dari sebelah utara adalah sebagai berikut, paling timur bernama puncak atau gunung Ijo, puncak yang kedua bernama puncak atau Gunung Tuo, yang nomor tiga bernama Puncak Tumpak atau Puncak Bayangkaki kemudian yang ujung barat dinamakan puncak atau gunung Gentong. Tapi kebanyakan orang tidak tahu nama keempat puncak tersebut, yang mereka tahu hanyalah Gunung Bayangkaki. Keempat puncak tersebut memiliki keindahan alam yang luar biasa. Di balik indahnya alam dan kokohnya batu-batu besar yang menjulang tersebut, Bayangkaki memiliki keunikan – keunikan dan masih diselimuti dengan hal-hal dan sekaligus mitos yang terus berkembang dalam masyarakat sampai sekarang. Disini saya akan mencoba memberikan informasi tentang mitos yang yang berkembang di masyarakat tentang Bayangkaki. Saya akan memberikan informasi mitos dari Puncak atau Gunung Genthong.
Gunung Genthong ini terletak paling barat ( jika dilihat dari utara ), gunung ini merupakan gunung batu dengan puncak yang tidak rata (melengkung). Kalau dicermati bentuk gunung ini hampir mirip dengan kepala kera raksasa. Di puncak gunung ini tidak ada tumbuhan besar yang hidup, yang ada hanya rumput. Mitos yang berkembang dalam masyarakat dengan Gunung Genthong ini adalah ketika puncak ini sudah terbakar berarti musim penghujan akan segera tiba. Mitos ini sudah berkembang sejak jaman nenek moyang dulu, hingga sekarang kepercayaan tersebut masih berkembang. Menurut kepercayaan masyarakat yang membakar puncak ini bukanlah manusia. Entah apa dan siapa yang membakar puncak tersebut tidak ada yang tahu. Kapan waktu terbakarnya pun orang tidak tahu. Tiba-tiba saja gunung tersebut sudah hangus. Walau tidak terjadi kemarau panjang dan rumput diatas puncak masih hijau, ketika musim penghujan akan tiba gunung ini pasti terbakar. Mitos ini dimanfaatkan masyarakat sekitar, ketika mengetahui puncak gunung ini sudah gosong karena terbakar, mereka segera berbenah mempersiapkan peralatan dan perlengkapan bercocok tanam.
Selain itu mitos yang berkembang, jikalau hutan yang ada di bayangkaki dibuka atau dikelola menjadi lahan produktif walau cuma satu jengkal, mitosnya akan keluar hama tikus yang menyerang lahan pertanian disebelah timur gunung.
Wallohua’lam
Masih banyak lagi mitos yang menyelimuti Bayangkaki. Dibalik mitos mistis yang menyelimuti bayangkaki, Bayangkaki memiliki keindahan alam yang luar biasa. Untuk itulah bagi siapa saja yang ingin mencari suasana yang berbeda, datanglah ke Bayangkaki.
Lagu Ngamen Iwak Peyek Sego Thiwul
oo oo, o ooo 2x
iwak peyek 2x
sego thiwul
sampek elek
sampek tuwek
sampek matek
sagita menthol
oo oo, o ooo 2x
neng kene sagita asolole
adoh adoh aku tekan pace
sagita ayo diamanke
yen wis aman
joget asololey 2x
oo oo, o ooo 2x
*kembali ke awal
Lagu Sate Ayam Ponorogo
Berwisata ke suatu tempat belum lengkap rasanya jika belum mencicipi makanan khas daerah tersebut. Demikian juga jika berwisata ke Ponorogo belum lengkap rasanya jika belum menikmati sate ayam khas Ponorogo. Sate ayam Ponorogo berbeda dengan sate ayam dari daerah lainnya, perbedaannya adalah pada cara memotong dagingnya. Dagingnya tidak dipotong menyerupai dadu seperti sate ayam pada umumnya, melainkan disayat tipis panjang menyerupai fillet, sehingga selain lebih empuk, gajih atau lemak pada dagingnya pun bisa disisihkan. Sate daging ayam dapat disajikan bersama dengan sate usus, kulit, dan telur ayam muda. Nah kalau ke Ponorogo jangan lupa mencicipi lezatnya sate ayam Ponorogo.
Tahukah anda jika sate ayam Ponorogo ada lagunya? kalau belum tahu berikut ini lagunya
monggooo........
lagu Warung Ayu Ponorogo
Kalau kita mendengar kata “Warung Ayu” pasti kita semua udah tau jika itu adalah sebutan untuk warung yang dijaga oleh seorang perempuan yang cantik dan menawan. Istilah Warung Ayu sudah dikenal diberbagai kota. Perempuan cantik yang menjaga warung tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Namun Warung Ayu yang ini berbeda dengan warung ayu yang ada, ini adalah sebuah lagu yang penuh karya seni dari Ponorogo.
monggoo..........
Lagu Dawet Jabung
monggo........





